Kisra adalah gelar bagi penguasa/raja bangsa Persia. Imperium Persia didirikan oleh Cyrus yang Agung. Kerajaan ini merupakan kerajaan terbesar di masa lampau setelah imperium Romawi yang didirikan oleh Kaisar Agustus. Bangsa Persia merupakan bangsa yang menganut kepercayaan Majusi (penyembah api) dan penyembah berhala. Daerah kekuasaannya mencakup wilayah Iran, Irak, Armenia, dan Afghanistan.

Dalam sejarah Islam, kerajaan Persia ini pernah diajak masuk Islam oleh Rasulullah S.A.W melalui surat yang disampaikan oleh sahabat nabi yang bernama Abdullah bin Hudzafah as-Sahmy. Ketika surat itu tiba di tangan Kisra. Ketika baru saja dibacakan awal dari surat itu, yang isinya berbunyi seperti ini ;

” Bismillahirhamanirrahim.

Dari Muhammad Rasulullah kepada Kisra yang agung Raja Persia, keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk… “

Tatkala Kisra mendengar potongan kalimat tersebut, bergejolaklah api kemarahan menyesakkan dadanya. Mukanya memerah, keluarlah keringatnya karena marah, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memulai suratnya dengan namanya sendiri. Kisra langsung merebut surat itu dan merobeknya tanpa ingin mengetahui lanjutan isi surat tersebut. Ia berkata dengan nada marah, “Apakah ia menulis ini untukku, padahal ia adalah hambaku?”

Kemudian ia mengusir Abdullah ibnu Huzhafah dari istana. Abdullah pun langsung keluar. Abdullah ibnu Huzhafah keluar dari istana Kisra dan ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya. Dibunuh atau dibiarkan bebas? Akan tetapi, ia tetap yakin dan berkata, “Demi Allah, aku tak peduli apa yang akan terjadi setelah aku menyampaikan surat Rasul.”

Lalu ia pun menunggangi kudanya dan pergi. Setelah kemarahan Kisra reda, ia menyuruh pengawalnya untuk memanggil Abdullah, tetapi Abdullah sudah tidak ada. Mereka mencari-carinya di setiap tempat. Mereka mencarinya di jalan menuju Arab dan mereka hanya mendapati bekas jejaknya.

Ketika Abdullah menghadap Rasul, ia menceritakan apa yang telah terjadi tentang Kisra yang merobek surat beliau. Mendengar hal itu, Rasul hanya berkata, “Allah akan menghancurkan kerajaannya.” Dalam redaksi lain, “Semoga Allah merobek-robek kerajaannya”..

Singkat cerita, Kisra (Raja Persia) ini pada akhirnya dibunuh anaknya sendiri, Syirawaih. Demikianlah hingga pada akhirnya kerajaan Persi pun semakin porak-poranda dan ini membuktikan kebenaran kabar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemenangan kaum muslimin atas Persia pun terjadi ketika masa kekhalifahan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Itu sedikit penggalan dalam tarikh Islam yang menggelitiki saya untuk membacanya kembali. Karena tanggapan Rasulullah SAW terhadap sikap Kisra dalam bahasa yang mungkin cukup kasar adalah “menyumpahi”. Walaupun mungkin lebih halus adalah “memprediksi” nasib Kisra.

Rasulullah SAW adalah seorang yang sangat tinggi kedudukan-Nya bagi Allah SWT. Orang yang sangat santun, bahkan menolak tawaran Jibril untuk membenam orang-orang Thaif yang menghina dan menyiksanya. Bahkan Rasulullah SAW menjawab tawaran Jibril dengan kata-kata, “Ampunilah mereka… sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang belum mengetahui”…. Subhanallah, itu persis seperti kata Natalius Pigai (Komnas HAM) saat menjawab hinaan rasis terhadap dirinya.

Setau saya hampir tidak pernah Rasulullah SAW berkata seperti apa yang dikatakannya buat Kisra. Jika ada kata-kata yang lugas dan mengecam yang keluar dari mulut Rasulullah, tidak lain adalah karena Rasulullah menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Tapi kenapa Nabi yang begitu tinggi kedudukannya, kecamannya tidak langsung dikabulkan saja oleh Allah SWT? Kenapa Kisra tak langsung stroke, serangan jantung, kena asma atau mati karena keselek biji kedondong? Disini yang mungkin menarik bagi saya untuk menganalisanya.

Rasulullah menawarkan Islam bukan sebagai suatu agama yang cuma melulu urusan spritual. Tapi menawarkan sebuah sistem, panduan dan jalan untuk membangun sebuah peradaban yang ber-Ketuhanan, yang berkemanusiaan, yang beradab, yang bersatu dalam suatu panji-panji Islam, yang mengakui golongan-golongan, yang bermusyawarah dan bermufakat bukan voting, bukan yang banyak-banyakan yang menang, keputusan-keputusan diambil berdasarkan syariat dari Allah SWT dan maslahatnya agar tercapai keadilan dan kesejahteraan buat semua.

Kisra menampik itu, dia merasa imperiumnya besar, kekayaannya luar biasa, dia memegang semua aspek kehidupan dari hulu ke hilir. Dari mulai sawit sampai minyak goreng, sabun, odol dst-nya. Bank, Rumah Sakit, Istana-istana dan property, semua barang-barang dia yang punya pabrik-nya. Dia menggaji tentara-tentara dan pengawalnya, dia mengontrol seniman dan intelektual. Kisra adalah “hukum” disemua negeri dan jajahannya. Lalu ada seseorang yang datang dari Padang Pasir, dari sebuah daerah yang tak memiliki sumber daya alam.. dari daerah darimana budak-budaknya didatangkan… kaum miskin.. menawarkan sistem dan memintanya mengikuti sistem dan petunjuk.. Kisra marah! Ini tak pantas baginya!

Kisra alpa melihat adanya sesuatu yang tumbuh dari golongan yang selama ini hidup dalam kemiskinan dan jahiliyah. Begitu jahiliyahnya sampai mereka menguburkan anak-anak perempuan mereka. Kisra tak melihat sebuah masyarakat yang jahil itu kini mulai bersatu.. disatukan oleh Islam.. oleh Iman mereka berubah.. berubah mind set nya.. berubah cara pandangnya.. berubah wataknya.. berubah akhlaknya.. berubah adatnya.. berubah muamallahnya.. berubah cita2nya.. yang menyebabkan mereka rela syahid dalam memperjuangkan kebenaran… Kisra alpa, melihat bahwa ada seorang Pemimpin Besar dikalangan mereka.. Pemimpin yang menolak harta dunia… Pemimpin yang egaliter… Pemimpin yang mampu menyatukan masyarakat paling keras kepalanya dalam waktu yang singkat.. masyarakat yg berfirkah firkah menjadi bersatu dalam kasih sayang.. Pemimpin yang dicintai dan didukung penuh setia oleh sahabat-sahabatnya… semua orang bisa dekat dengannya tanpa membeda-bedakan golongan, ras dan hartanya.. pengikut2nya banyak dari kalangan budak dan dhuafa..

Kisra lupa, dalam sistemnya yang keji dan rakus akan bertunas benih-benih pengkhianatan. Korup dan tiada belas kasih. Inilah yang menghancurkan sistemnya dari dalam. Anak-nya sendiri yang membunuh dia untuk mencapai kekuasaan itu. Pengambil alihan kekuasaan tidak akan terjadi apabila tidak adanya sebuah komplotan dan konspirasi. Akhirnya Persia berpecah belah, melemah dan kemudian ditaklukkan oleh Umar bin Khattab.

Muhammad SAW ”menyumpahi” Kisra, dan sumpah itu tidak terlaksana seketika… tidak ada petir yang kemudian menyambar kepala Kisra, Kisra tidak stroke, asma atau tiba2 keselek biji kedondong… karena ”sumpah” ini bukan lah urusan person to person… bukan seperti antara mamak dengan anak yang dilaksanakan kontan… tapi ini adalah soal kebangkitan baru yang revolusioner… soal agama, bangsa dan negara… maka oleh sebab itu ”sumpah” itu berjalan sesuai Sunatullah..

A’uzubillahiminassyaitonirrojim Bismilahhirrahmanirrahim

Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi),

dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.

Sadaqallahul’azim

(QS Al-Qasas 3-5)

Ayat diatas adalah jaminan Allah SWT, bahwa sistem yang dipraktekkan Kisra, Namrud, Firaun, Qorun dan Haman yang menjadi musuh kemanusiaan dan peradaban akan hancur. Bahwa kaum tertindas akan bangkit dan menjalankan pembalikan keadaan.. Aamiin..

Sekian Hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Bogor, 17 Ramadhan

2018-10-29T19:55:47+00:00