Ali Shariati dalam bukunya yang berjudul “Haji” menuturkan sebagai berikut : Sarah, Istri Ibrahim as mempunyai seorang hamba perempuan berkulit hitam (orang Ethiopia) yang bernama Hajar. Ia sangat miskin dan sedemikian sederhananya sehingga Sarah tidak keberatan Hajar menjadi teman tidur suaminya, Ibrahim, agar memberinya seorang anak. Disinilah, betapa sorang wanita tidak cukup terhormat menjadi istri kedua seorang Ibrahim, dan Allah menghubungkan simbol pangkuan Hajar dengan simbol-Nya, yakni Ka’bah. Dalam pangkuan Hajar lah Ismail dibesarkan. Disanalah rumah Hajar, dan kuburannya terletak di dekat pilar Ka’bah yang ketiga.

Sungguh mengejutkan karena tidak seorang pun sekalipun para nabi, dikubur di dalam masjid. Namun dalam kejadian ini, rumah seorang budak perempuan berkulit hitam diletakkan di sebelah rumah Allah! Hajar, ibunda Ismail dikubur disana. Ka’bah melebar hingga ke kuburnya. Akibatnya, rumah Allah mengarah ke Hajar Ismail.

Ada lorong sempit diantara Hajar Ismail dan Ka’bah. Ketika tawaf mengelilingi Ka’bah, Allah mengharuskan kita mengitari Hajar Ismail (jangan melewati lorongnya) sebab kalau tidak maka ibadah haji kita batal.

Orang-orang yng menyakini monotheisme (tauhid) dan berhaji harus menyentuh Hajar Ismail pada saat bertawaf pada saat mengelilingi Ka’bah. Kuburan seorang hamba sahaya perempuan Afrika berkulit hitam dan seorang ibu yang baik sekarang menjadi bagian dari Ka’bah; ia akan dikitarioleh manusia selamanya.

Ritus-ritus ibadah haji adalah dalam rangka memperingati Hajar. Kata hijrah (migrasi) dan muhajir (imigran) berasal dari namanya. Imigran yang ideal adalah orang yang orang berkelakuan seperti Hajar. Muhammad SAW berhijrah sebagaimana hijrahnya Hajar. Hijrah juga merupakan peralihan dari kekejaman menjadi beradab, dan kekufuran menjadi Islam.

Dalam bahasa ibunya, nama Hajar berarti “kota”. Nama budak hitam Ethiopia ini pun merupakan simbol dari peradaban. Hijrah adalah suatu gerakan menuju peradaban.

Bagi saya Siti Hajar adalah “idola” dan tauladan yang patut dicontoh. Hajar mewakili sosok perempuan yang ideal dalam rumah tangga kaum muslimin. Yang dalam fungsi dan perannya sebagai istri dan ibu, Hajar menegasikan sepenuh nya sebagai orang yang sangat taqwa dan sekaligus merdeka dan perkasa.

Sebagai seorang istri, Hajar adalah istri seorang Rasul Allah yang dikenal sangat cerdas dan sangat berani. Seorang Rasul yang secara sendirian saja menghancurkan seluruh berhala kaumnya. Kaumnya gempar sehingga Raja Namrud mencoba membakar Ibrahim as hidup-hidup. Di zaman moderen ini Hajar adalah sosok istri pejuang Islam (mujahidin) yang siap dieksekusi oleh para pemerintah zalim dalam resikonya menegakkan Syariat Islam. Walaupun Hajar dikawini semata-mata karena dasar untuk mendapatkan keturunan. Bukan karena cinta, bukan karena paras cantiknya atau kemolekan tubuhnya dan bukan karena harta. Hajar rela dan ikhlas.

Hajar tidak saja melihat Ibrahim as sebagai seorang suami tetapi juga sebagai Imam dan Rasul Allah. Sebagai seorang istri dari suami yang menegakkan tauhid hanya ada satu kalimat dalam mendampinginya yaitu “sami’na wa ta’na”, (aku dengar dan aku patuh). Totalitas itulah yang menyebabkan Hajar mengikuti Ibrahim as menuju kesebuah tempat yang tidak berpenghuni karena tidak ada kehidupan di tempat itu. Hajar datang memenuhi panggilan Allah menuju lembah maut itu, Mekkah yang saat itu hanyalah padang pasir yang membara. Kedatangan kita ke Baitullah haruslah bagaikan datangnya Hajar ke Mekkah saat itu. Yang pasrah dengan apapun yang terjadi dalam memenuhi panggilan Allah SWT.

Hajar dan Ismail as yang masih bayi ditinggal Ibrahim as ditempat itu, dengan sebuah pondok darurat tanpa bekal yang mampu menopang hidup. Tidak ada sedikitpun protes dan rengekan dari Hajar kepada suaminya itu. Sementara maut adalah sesuatu yang sangat jelas akan segera menghampirinya ditengah alam padang pasir yang ganas itu.

Sepeninggal Ibrahim as, Hajar segera bangkit. Naluri kemanusiaan dan ke-ibu-annya tidak menyebabkan dia mengalah pada maut. Jika dia tidak segera mencari air, maka ajal bagi dia dan anak bayinya. Terik yang menyengat telah membuat fatamorgana di padang pasir, yang menampilkan ilusi air yang segar dipermukaannya. Berlari-lari Hajarmenjemput fatamorgana itu. Yang jika dia berada di Safa maka fatamorgana akan terlihat di bukit Marwa. Jika dia dibukit Marwa maka fatamorgana itu muncul di bukit Safa. Hajar bertahan tidak putus asa, bolak balik dia berlari-lari diantara dua bukit itu, bagaikan induk elang yang mencari makan buat anaknya. Jika Tawaf di Ka’bah adalah totalitas kita untuk memenuhi panggilan Allah, maka Sa’i adalah kekuatan kita untuk bertahan hidup dan mencari penghidupan.

Kemudian Allah SWT memunculkan mata air Zam-zam dikaki Ismail as yang saat itu menangis sambil menghentak-hentak, maka sejak saat itu dimulailah kehidupan didaerah yang dulunya tidak mungkin ditempati oleh manusia. Yang kini menjadi pusat peradaban dan kiblat bagi kaum muslimin dari seluruh dunia. Dengan adanya Zam-zam, Hajar mampu melanjutkan hidup membesarkan Ismail seorang diri. Hajar menjadi “single parent”. Walaupun dulunya Hajar adalah seorang budak tetapi dengan bertauhid Hajar telah menjadi manusia yang merdeka. Merdeka dari kecemburuan, dari harta benda, dari ikatan-ikatan duniawi lainnya, yang merdeka karena hanya mengabdi pada Allah semata.

Hanya ibu yang berwatak merdeka yang dapat mendidik anak-anaknya menjadi berwatak merdeka pula. Ismail tumbuh menjadi remaja yang tampan, cerdas, lemah lembut, santun, pemberani dan menyembah Allah. Tanpa kehadiran suaminya, Hajar mampu membesarkan dan mendidik anaknya sedemikian rupa. Sehingga sewaktu Ibrahim as datang maka dia mendapati anaknya telah tumbuh ideal sebagaimana layaknya yang diinginkan oleh seorang bapak yang mukmin. Ibrahim dan Hajar sangat mencintai anak tunggal mereka itu.

Kemudian datanglah perintah Allah SWT kepada Ibrahim as untuk segera menyembelih anaknya itu. Ibrahim as, dengan godaan syaitan coba menyangkalnya sebanyak tiga kali. Tetapi saat diberitahu kepada Ismail tentang perintah Allah tersebut, maka Ismail tanpa ragu sedikitpun menguatkan ayahandanya untuk segera melaksanakan perintah itu. Bahkan Ismail mengajarkan bagaimana cara ayahnya ketika menyembelihnya nanti. Sementara Hajar tidak sedikitpun menghalangi atau memberatkan langkah bapak dan anak itu. Hajar merelakan anak yang dibesarkannya secara susah payah untuk tewas ditebas pedang.

Itulah rupanya ujian terakhir Allah SWT bagi rumah tangga mereka. Penyembelihan yang diganti dengan seekor kambing telah membuktikan bahwa rumah tangga itu telah menegakkan sebenar-benarnya tauhid. Maka dengan demikian maka sudah layak bagi Allah memberikan mandat kepada keluarga tersebut untuk membangun sebuah “rumah tauhid” yaitu Ka’bah. Yang menjadi simbol ketauhidan bagi seluruh ummat manusia.

Demikianlah Allah SWT menunjukkan bahwa derajad yang paling tinggi diantara manusia adalah berdasarkan ke-taqwa-annya. Bukan berdasarkan gender, ras, status sosial maupun ekonomi. Dan Allah telah memilih Hajar, seorang budak wanita berkulit hitam yang berasal dari Afrika untuk berdampingan dengan “Rumah”-Nya.

Dan hampir seluruh ibadah Haji, hampir kesemuanya merupakan peringatan terhadap Keluarga tersebut yaitu Ibrahim, Hajar dan Ismail.

Demikianlah kisah Siti Hajar ini kembali saya tuturkan, sebagai refleksibagi para muslimah di zaman moderen dan menjalankan peran sebagai seorang hamba Allah yang total dalam bertauhid; sebagai seorang istri yang mendampingi suaminya sebagai Imam dan Pemimpin; sebagai perempuan yang mempertahankan dan mencari penghidupan buat rumah tangganya; dan sebagai seorang ibu yang berperan sangat besar dalam mendidik anak-anaknya.

Memberdayakan kaum perempuan, sebagai kewajiban teologis kaum mukmin.

Sepanjang sejarah kemanusiaan, kaum perempuan selalu dijadikan sebagai warga kelas dua. Baik dalam peradaban timur maupun barat. Bahkan dipuncak kebodohan manusia, bayi-bayi perempuan dikubur hidup-hidup untuk membuang sial, kemiskinan dan kenistaan. Bahkan sampai sekarang perempuan acapkali di rendahkan dan menjadi komoditi yang diperdagangkan. Di Cina, akibat kebijaksanaan “satu anak”, bayi-bayi perempuan sering dibunuh secara diam-diam karena keluarga tersebut lebih menginginkan anak laki-laki yang dianggap lebih mampu mengatasi kemiskinan. Sampai saat ini jika musim paceklik, di berbagai daerah di Jawa ini banyak orang tua terpaksa menjual anak-anaknya perempuannya ke rumah bordil.

Tetapi begitupun jumlah populasi perempuan didunia dan di Indonesia semakin meningkat bahkan telah melampui populasi lelaki. Tetapi prilaku yang melecehkan perempuan masih terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan diatur dalam berbagai tradisi.

Padahal Quran dan hukum Islam banyak sekali secara tegas mengatur berbagai hal yang secara utuh mengangkat derajad kaum perempuan. Bahkan perintah-perintah Allah yang mengatur tentang kedudukan perempuan dalam Islam datang di awal-awal tahun kenabian Muhammad SAW, seperti larangan membunuh bayi perempuan dan sebagainya.

Dalam suatu kisah Nabi Muhammad SAW melarang seseorang untuk berjihad karena pemuda itu masih memiliki ibu yang masih sangat membutuhkan perhatiannya. Mengurus ibu tua ternyata lebih tinggi prioritasnya daripada berjihad. Padahal berjihad itu sendiri balasannya surga dan bebas hisab! Disebuah ayat, Allah SWT menetapkan bahwa seorang ibu yang janda baru boleh ditanya oleh para ahli waris tentang rumah warisan setelah setahun setelah kematian suaminya.

Apabila kaum muslimin menegakkan Islam secara kaffah maka tuntaslah pemberdayaan kaum perempuan ini. Karena dengan demikian kaum perempuan akan terjaga harkat dan martabatnya, jelas hak-hak dan kewajibannya. Jadi dengan masih berlangsung pelecehan kaum perempuan dan diskriminasi gender maka gerakan pemberdayaan kaum perempuan merupakan gerakan teologis, yaitu gerakan dakwah bil lisan, bil tulisan dan bil hal, yang bermuara pada meletakkan posisi kaum perempuan sesuai dengan ajaran Al-Quran dan As-Sunnah.

Keruntuhan kaum perempuan akan meruntuhkan bangsa dan agama ini. Ibu-ibu yang buta huruf, tidak mengenal tauhid dan ajaran Islam, tidak pandai mendidik, tidak dapat mendampingi suami, yang mendorong suaminya korupsi dan sesat dari jalan Allah akan membangun sebuah rumah tangga yang akan melahirkan sebuah generasi “broken home”, generasi yang tidak merdeka, hedonis, duniawi dan akan mudah terjerumus dalam kehancuran.

Bagi Islam, ibu adalah puncak bakti dari seorang anak. Karena ibu itu telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan. Dosa yang sangat besar apabila si anak membuat sakit hati ibu bapaknya karena hal apapun, sekalipun ibu bapak itu menyuruh anaknya sesat dari jalan Allah. Sementara sungguh besar pula dosa ibu bapak apabila mereka tidak memelihara anaknya secara baik sehingga terlantar. Allah SWT menjamin bahwa dalam hubungan dalam rumah tangga ini, Dia akan menetapkan balasannya dunia dan akhirat!

Itulah sebabnya saya menyatakan bahwa pemberdayaan kaum perempuan adalah kewajiban teologis, kewajiban agama, kewajiban segenap kaum mukmin. Jadi dengan semakin berlangsung praktek-praktek dan tradisi yang diskriminatif terhadap gender, maka sebaiknya kaum muslimah juga harus memiliki wakil dan tokohnya untuk berjuang dan fokus berbuat agar praktek-praktek tersebut bisa dihapuskan secara total dan memberikan perbaikan secara kualitaif dan kuantitatif terhadap kaum perempuan, apakah dia sebagai istri, sebagai ibu, sebagai pekerja dan sebagai seorang muslimah. Dan perjuangan itu haruslah meliputi kerja secara struktural dan kultural. Secara struktural, maka hal tersebut menyangkut pada undang-undang, hukum, konstitusi, institusi dan kebijakan. Secara kultural, maka menyangkut pada bidang tradisi, pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, informasi dan lain sebagainya.

Dalam ranah struktural, maka politik adalah mekanisme konstitusional untuk melakukan perubahanpada undang-undang, hukum, konstitusi, institusi dan kebijakan. Dunia politik saat ini masih merupakan dominasi dari dunia lelaki. Padahal pemilih perempuan di Indonesia sudah mencapai 60% dari total pemilih. Walaupun kaum pria juga banyak concern terhadap pemberdayaan kaum perempuan tapi sisi keperempuanan harus melekat kuat dalam ranah tersebut.

2018-10-29T19:54:03+00:00